Selamat Datang di Machfud Djunaidi Blog sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menambah ilmu pengetahuan....

Senin, 26 September 2011

NETWORK PLANNING

 
 Sejarah dan Pengertian Network Planning

 Pada perencanaan suatu proyek terdapat proses pengambilan keputusan dan proses
penetapan tujuan. Untuk dapat melaksanakan proses ini perlu adanya informasi yang tepat dan
kemampuan pengambilan keputusan yang tinggi. Proses pengambilan keputusan dan
penetapan kebijakan serta proses penyelenggaraan merupakan sistem operasi pada
perencanaan proyek.

Bila perencanaan proyek merupakan sebuah total sistem, maka penyelenggaraan proyek
tersebut terdiri dari dua sub sistem, yaitu sub sistem operasi dan sub sistem informasi. Sub
sistim operasi menjawab pertanyaan “bagaimana cara melaksanakan kegiatan” sedang sub
sistem informasi menjawab pertanyaan “kegiatan apa saja yang sudah, sedang dan akan
dilaksanakan”. Network planning merupakan sub sistem informasinya.

Konsep network ini mula-mula disusun oleh perusahaan jasa konsultan manajemen Boaz,
Allen dan Hamilton (1957) yang berada dibawah naungan perusahaan pesawat terbang
Lockheed. Kebutuhan penyusunan network ini dirasakan perlu karena adanya koordinasi dan
pengurutan kegitan-kegiatan pabrik yang kompleks, yang saling berhubungan dan saling
tergantung satu sama lain. Hal ini dilakukan agar perencanaan dan pengawasan kegiatan dapat
dilakukan secara sistimatis, sehingga dapat diperoleh efisiensi kerja.

Adanya network ini menjadikan sistem manajemen dapat menyusun perencanaan
penyelesaian proyek dengan waktu dan biaya yang paling efisien. Di samping itu network juga
dapat dipergunakan sebagai alat pengawasan yang cukup baik untuk menyelesaikan proyek
tersebut. Diagram network merupakan kerangka penyelesaian proyek secara keseluruhan,
ataupun masing-masing pekerjaan yang menjadi bagian daripada penyelesaian proyek secara
keseluruhan.

Pada prinsipnya network dipergunakan untuk perencaan penyelesaian berbagai macam
pekerjaan terutama pekerjaan yang terdiri atas berbagai unit pekerjaan yang semakin sulit
dan rumit.

Menurut Sofwan Badri (1997 : 13) dalam bukunya “Dasar-Dasar Network Planning”
adalah sebagai berikut :

“Network planning pada prinsipnya adalah hubungan ketergantungan antara bagian-bagian
pekerjaan (variabel) yang digambarkan / divisualisasikan dalam diagram network”. Dengan
demikian diketahui bagian-bagian pekerjaan mana yang harus didahulukan, bila perlu
dilembur (tambah biaya), pekerjaan mana yang menunggu selesainya pekerjaan yang lain,
pekerjaan mana yang tidak perlu tergesa-gesa sehingga alat dan tenaga dapat digeser ke tempat
lain demi efesiensi.

Sedangkan menurut Soetomo Kajatmo (1977: 26) adalah :

“Network planning merupakan sebuah alat manajemen yang memungkinkan dapat lebih luas
dan lengkapnya perencanaan dan pengawasan suatu proyek”. Adapun definisi proyek itu
sendiri adalah suatu rangkaian kegiatan-kegiatan (aktivitas) yang mempunyai saat permulaan
dan yang harus dilaksanakan serta diselesaikan untuk mendapatkan tujuan tertentu.

Pengertian lainnya yang dikemukakan oleh Tubagus Haedar Ali (1995: 38) yaitu:

“Network planning adalah salah satu model yang digunakan dalam penyelenggaraan proyek
yang produknya adalah informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang ada dalam network
diagram proyek yang bersangkutan.


Manfaat Network Planning

Network planning merupakan teknik perencanaan yang dapat mengevaluasi interaksi
antara kegiatan-kegiatan. Manfaat yang dapat dirasakan dari pemakaian analisis network
adalah sebagai berikut :

a. Dapat mengenali (identifikasi) jalur kritis (critical path) dalam hal ini adalah jalur elemen
yaitu kegiatan yang kritis dalam skala waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan.
b. Dapat diketahui dengan pasti kesukaran yang akan timbul jauh sebelum terjadinya
sehingga dapat diambil tindakan yang presentatif.
c. Mempunyai kemampuan mengadakan perubahan-perubahan sumber daya dan
memperhatikan efek terhadap waktu selesainya proyek.
d. Sebagai alat komunikatif yang efektif.
e. Memungkinkan tercapainya penyelenggaraan proyek yang lebih ekenomis dipandang dari
sudut biaya langsung dan penggunaan sumber daya yang optimum.
f. Dapat dipergunakan untuk memperkirakan efek-efek dari hasil yang dicapai suatu kegiatan
terhadap keseluruhan rencana.


Bentuk Network Planning
 Network adalah grafik dari suatu rencana produk yang menunjukkan interelasi dari
berbagai aktivitas. Network juga sering disebut diagram panah, apabila hasil-hasil perkiraan
dan perhitungan waktu telah dibubuhkan pada network maka ini dapat dipakai sebagai jadwal
proyek (project schedulle). Untuk membentuk gambar dari rencana network tersebut perlu
digunakan simbol-simbol, antar lain :

a. : Arrow / anak panah yang menyatakan aktivitas / kegiatan yaitu suatu
kegiatan atau pekerjaan dimana penyelesaiannya membutuhkan durasi
(jangka waktu tertentu) dan resources (tenaga, alat, material dan biaya).


Kepala anak panah menjadi pedoman arah tiap kegiatan, dimana panjang
dan kemiringan tidak berpengaruh.

b. : Node / event, yang merupakan lingkaran bulat yang artinya


saat peristiwa atau kejadian yaitu pertemuan dari permulaan dan akhir
kegiatan

c. : Dummy /anak panah terputus-putus yang menyatakan kegiatan

semu yaitu aktivitas yang tidak membutuhkan durasi dan

resources.

d. : Double arrow / dobel anak panah yang menunjukkan kegiatan di lintasan
kritis (critical path)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar